Yesterday I had met a friend’s apartment frofesi, long time no see, of course, a sense of longing burst chest, as we pelampiasannya releasing a flock of each other’s arms we missed each other. There Ngobras ngobras here, joked with each other laugh we did that day. Not how many years we have not met each other, then all of a sudden (like dah Testament) appear one after the other eh
at first we talk about the things that are lightweight long knowingly does not meet, but from many years of not met each other, but many also I find the properties of different friend-my friend when we were hanging around first. The difference was more obvious when one friend I say friendship without any commercial aspect is very baseball means nothing, you know cooking so be it. The friend wrote back baseball should produce from the gardens, he said. Ne more obvious nature of the original friend. I love suggestions, if you want lasting way keluarin sentences do not make friends like that, especially given we are not wise, we’ve just meeting up. Answer the friend cuman Alah missed the train I was told, Alak mak so yes. Responses to another friend’s apartment I also ditto the same, there is even another friend who mengeluarin of words here is not a business man, nah lu ne increasingly worse. but the cool temen aja. Then one other friend who again expressed, that do not damage the atmosphere of this cheerful show of skill to do business with and respect this friendship without any elements of the count, would be damaged if the friendship would be mixed with mathematical calculation of trade. Now the friends this one new friend who I think is wise he said.
From here also I was given an immediate lesson, that sometimes a lot of things will be changed, if only we are able to absorb those changes so as not to spread into the changes that are not good. Many years we should be able to forge our character for the day will be much better than yesterday.
Kemarin aku sempat ketemu dengan temen-temen se frofesi, lama nggak ketemu tentu saja rasa rindu menyeruak didada, sebagai pelampiasannya kami sekawanan saling berpelukan melepaskan rindu kami masing-masing. Ngobras sana ngobras sini, saling canda dengan tertawa lepas kami lakukan hari itu. Bagaiman tidak banyak tahun kami tidak saling ketemu, lantas tiba-tiba saja ( kayak dah janjian ) eh nongol satu demi satu
pada awalnya pembicaraan kami seputar hal-hal yang sifatnya ringan maklum lama gak jumpa sih, namun dari sekian tahun gak saling ketemu, ternyata banyak juga aku temukan sifat-sifat temen-temenku yang berbeda sewaktu kami masih kumpul-kumpul dulu. Perbedaan itu semakin kentara saat salah satu temen aku mengatakan pertemanan tanpa adanya segi komersil sangat enggak ada artinya, lho masak iya harus begitu. Teman yang enggak menghasilkan sebaiknya mundur aja dari pertamanan itu katanya. Ne makin kentara sifat original si temen. Aku kasih saran, kalau mau langgeng cara berteman jangan keluarin kalimat kayak itu, nggak bijaksana disampaikan apalagi kita-kita baru aja ketemuan. Jawaban si temen cuman Alah aku dibilangin ketinggalan kereta, alak mak gitu ya. Tanggapan temen-temen yang lain juga idem sama aku, bahkan ada temen lain yang mengeluarin kata-kata disini bukan bisnis bung, nah lu makin runyam ne. namun si temen cuek aja. Kemudian salah satu temen yang lain lagi menyampaikan, bahwa jangan merusak suasana riang ini dengan unjuk kebolehan berbisnis, hormati pertemanan ini tanpa adanya unsur-unsur hitungan, akan rusak jadinya apabila pertemanan dicampur aduk dengan hitungan matematik perdagangan. Nah si temen satu ini baru temen yang aku anggap bijaksana dalam tuturnya.
Dari sini juga aku diberi suatu pelajaran langsung, bahwa kadang kala banyak tahun sesuatu akan bisa berubah, bila saja kita mampu untuk meredam perubahan itu agar tidak menjalar menjadi perubahan yang tidak baik. Banyak tahun kita harus mampu menempa budi pekerti kita agar semakin hari akan jauh lebih baik dari yang kemarin.









